CERITA LAGI DIKIT

Dia taruh tangannya persis di atas rambut yang teracak di dahi. Dia singkapkan ke belakang, menaruhnya pada ‘line’ yang seharusnya. Dan bersiap pergi dari sana, pergi dari sana. Dan aku hanya memanggil namanya, panggil…panggil…dan panggil. Trus aku bangun karena muka-ku udah basah, penuh air mata. Jim. Entah apa lagi.

Beberapa jam kemudian, suara-suara bor di ruangan sebelah dah nyala lagi >_< terdengar desahan kesal 4 orang yang sedang tidur di dalam ruangan lebar ungu-kuning itu haha. Bener-bener deh, aku sampe tibanin kepalaku pakai si kuban [kura-kura bantal; bantal bentuk kura-kura]. Dan tertidur lagi dalam kedosa'an siang hehe.

Ya, buktinya gue nightmare lagi, gue nightmare, berkali-kali ber-istighfar dalam mimpi, An-Naas, menyebut asmaNya. Tetep aja di dalem mimpi sama ketika terbangun rasanya badan ini lelah, lelaaah sekali. Aku mimpi buruk, siang-siang, seperti biasa. Biasa, kalau bangun pagi, dan tertidur lagi sampai siang, pasti saat itu aku nightmare. Kali ini aku mimpi tentang makhluk halus. Peringatan Tuhan-kah? Biar makhluk ganjil-nya yang satu ini rajin bangun pagi.

Beberapa hari yang lalu aku sujud lagi dengan kain sarung itu. Aku membuka lagi kitabNya, aku membaca lagi walau masih terbata-bata. Dan setelah itu aku kembali membayarnya dengan kesalahan besar. Tetap jalan hitam yang sama, amarah, ego, nafsu. Dan siang tadi dengan mimpi itu. AW!

BIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRR!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s