WEIRD

listen: Reza feat. Masaki Ueda – Biar Menjadi Kenangan

Dunno…itz just sooo weird. The streets are so quiet out there. It is also like that on this public internet station. Gue anteng aja ndak ada apa-apa. Cuma…terlalu lenggang, terlalu “tidak ada apa-apa”, dan bagi gue ini diluar nalar aja, ndak biasa, weird.

Teuing lah. Lagian, apalah bedanya gue ada di keramaian sama gue lagi sendirian? Itz make no different situation at all. The butterflies coming over again, jantung gue deg-degan. Apa gara-gara suaranya Iwan Fals yang lagi nyanyiin Buku Ini Aku Pinjam setelah Reza tadi? Apa malah gara-gara lagu-nya Reza? Apa gara-gara gerimis sesiangan tadi? Apa gara-gara langit ber-awan? Apa gara-gara mendung dari pagi?

Kangen sesuatu gue. Gue yakin gue kangen “sesuatu” dan bukan “seseorang”. Gue kangen sebuah suasana. Gue kangen sebuah potongan waktu. Kangen, kangeeen banget. Tapi bagian yang mana? Bagian waktu gue masih sama orang tua? Bagian waktu gue baru jadi mahasiswa? Bagian waktu gue jadi penunggu locker jurusan yang demen banget nginep disana? Bagian waktu gue jejingkrakan di Rock n` Roll night gawean-nya kampusku Nyastro? Bagian waktu gue pulang softball naek si Upik sambil bawa botol aer segede gambreng sama bat yang bisa buat mentung maling, sengaja lewat gedung pusat yang jalanannya teduh, enak, selaen banyak yang maen skateboard sama street hockey haha. Bagian waktu kampus heboh gara-gara makhluk-makhluk halus penunggu kampus ngamuk pas kita gi nyelenggarain ketoprak lesung yang temanya horor, sehingga hujan cuma turun tepat di atasnya panggung sementara langit diluar itu berbintang dan jernih sejernih kaca? Atau malah bagian waktu gue ngedepak diri sendiri dari lingkungan akademis itu?

Apa kangen ciuman pertama gue? Romantika sejajar bangunan-bangunan tua UGM dan tetumbuhannya? Sepeda jengki lama gue yang di-ilangin adik angkatan, lenyap setelah gue sendiri ngilang sekian bulan kagak tau kemana? Masa-masa tertekan karena sering ‘dibrantemin’ sama ibu kost atau sama bapak pemilik kontrakkan yang ngaudzubillah kurang apa sabarnya gue waktu itu? Abisan kayaknya gue ‘kurang’ mulu gitu kayaknya dimata orang-orang ini. Atau masa ketika kaki gue nurutin kata hati gue yang kayak ibu-ibu ngidam, pengeeen banget masuk ke dalem PlaZa NET, dan ternyata itu membawa gue ktemu sama mbak Cith-ku? Pertama kali gue punya temen sekamar yang nyata dan kaki-nya bisa nyentuh lantai? Hihi…

Kangen?

Dan tetep aja hari ini aneh bagi gue.

*sigh*

Bisakah kita melanjutkan perjalanan selanjutnya Komandan?

Well…okelah.

*angkat sauh*

renunganmu…penuh perjalanan waktu

kau seberangi butir demi butir mutiara yang ada

kau untai kembali pada hanya satu benang yang tersisa

hingga tertidur kau lelah

dan biarkan semua itu tetap menjadi milikmu

satu-satunya dari apa yang pernah kau punya

satu-satunya…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s