GEJALA TAMBAL SULAM

listen: Alanis Morissette – Uninvited

Aneh ndak sih? Kayaknya Rapa tiba-tiba pengen ngambil kesimpulan bahwa terkadang manusia malas menganalisa sesuatu dalam hidupnya. Padahal banyak hal yang bisa dipertanyakan. Maksudku disini bukannya kita terus jadi mempertanyakan segalanya karena tidak semua hal dapat dijelaskan dengan nalar.

Tapi pernah ndak sih bertanya pada diri sendiri, kenapa kita jadi begini, atau…kenapa ‘titik-titik’ ini harus terjadi, misalkan. Pernah ndak sih kita menganalisa sebab dan akibatnya. Pernah ndak sih pada akhirnya sadar bahwa kita berada dalam andil yang besar waktu menciptakan sebuah order sehingga menimbulkan chaos yang besar pada diri dan kehidupan kita?

Like I do rite now. Aku sedang mencoba menganalisa, diluar masalah kekurangan zat besi, tentang mengapa aku menjadi sangat sensitif dan pemarah pada 2 tahun belakangan ini? Pencarian sebab akibat dirunut satu-persatu. Bisa merupakan apa saja seperti…lingkungan, teman, suasana kerja, keluarga, konflik dengan diri sendiri mungkin. Ya ampun, bahkan orang pun bisa menjadi ‘merasa’ marah, sumpek dan kesal ketika mendengar semacam dengung yang konstan seperti misalkan…suara lebah atau mesin tertentu. Dan semua runutan ini ternyata menimbulkan akomodasi oksigen yang lumayan untuk kelangsungan kerja otak saya.

Pada awalnya, ketika terjadi pertentangan batin dengan teman-teman dimana aku biasa bergaul, aku pikir aku iri hati dengan keberhasilan mereka sehingga hal apapun yang mereka lakukan diluar kebiasaan mereka (yang biasanya), membuat aku menjadi sedikit merasa bahwa mereka telah menjadi asing. Tapi yang sekarang aku temukan ternyata bukan lagi rasa iri itu melainkan amarah, amarah untuk diri sendiri dimana itu semakin membuatku antipati terhadap perubahan, dan amarah untuk orang-orang disekitarku yang tidak kunjung mau mengerti aku. A several people didn’t like to have sum changes on their life, including me.

I know that worse. But look at us now. Hallooo!? Lihat, betapa sangat jauhnya kita walau aku hanya berdiri satu meter di depan atau disampingmu. Saat ini aku mulai berhasil mengatasi asosialku dengan belajar lagi berbicara atau mengutarakan uneg-uneg ke beberapa orang teman, dan itu sudah membawa dampak yang sangat besar bagi 50% kejiwaanku. Aku belajar untuk tidak menggantungkan diriku pada siapapun lagi even with my own boyfriend, karena aku tau…itu tidak benar, dan TIDAK SEHAT. Ingat, kita tidak hanya hidup sendiri atau berdua saja di dunia ini. You need sum friends, like I do need my friends. Tolong jangan tampik kenyataan-kenyataan kecil seperti ini. Jangan bohongi hidup kita sendiri.

Berubah sekali lingkunganku sudah. Dan aku berusaha untuk mengatasinya tanpa aku harus ikut menjadi sesuatu yang asing juga. I’m not that “miss Total Clever” but I can work it on my head. Saat ini cukup aku bisa jalan dulu dengan hal-hal tersebut. You know sumthin, when you seiz that you’ve changes on yer life sebenarnya yang berubah itu bukan dirimu tetapi sekitarmu. Dan ketika kau tidak mampu menahan kakimu untuk tetap disini atau disana, can’t feed yerself agar tetap dapat berjalan berdampingan dengan makhluk yang bernama perubahan, maka kau akan tergulung kedalam perubahan itu dan menjadi…sesuatu yang bukan kamu.

WAKE UP!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s