AROGANCY TEMPLE PILOT BUKAN GRUP BAND

listen: India Arie – Can I Walk With You

I woke up this morning. You were the first thing on my mind…. Yeap, I just woke up in the silent morn I ever had and just…you, you standing on ma’ head. Tiba-tiba gue berpikir betapa selama ini gue cuma memperjuangkan sesuatu tanpa mempertahankannya. Mengalami banyak gempa waktu seperti apa yang Mr. Vonnegut alami (Gempa Waktu – Kurt Vonnegut). Rencana-rencana yang ke-suspend begitu aja karena terlalu banyak melewati hari-hari yang aku bikin “keras” sendiri. Loh…kenapa di kepala beksong-nya jadi lagu pengiring pengantin ya? Buset…

Hohohoho, betapa susahnya mempertahankan sesuatu yang diperjuangkan pun tidak mau tahu, bahkan mengepalkan telapak tangannya sendiri pun tidak bisa. Yang disini, dalam hal ini…gue, masih berusaha loh, menekan sedemikian mungkin perasaan dengki yang ada agar tidak merusak dirinya sendiri, dan itu menjadi shock terapis yang meninggalkan bekas karena dia malah menjadi semakin labil pada emosinya. Tapi tetap berusaha untuk berdiri, melihat apakah suatu hari nanti ada kesadaran-kesadaran baru akan apa yang terjadi kemarin, hari ini, dan…besok. Aku sudah belajar melepaskan keinginan yang belum dan tidak akan bisa terwujud walau sudah berusaha. Belajar untuk tidak lagi bersitegang dengan waktu. Ya ampun waktu itu ternyata sangat tidak mengenal lelah dan dia berjalan sangat cepat sekali, tidak pernah sekalipun meninggalkan belas kasihan.

Weee…serius amat sih tulisan gue. Hihihi ini pasti gara-gara masih dalam pengaruh sensitivitas yang melonjak grafiknya dalam minggu ini, apalagi setelah mendengar ratusan anak itu meninggal cuma gara-gara nyamuk, ermh…tepatnya, penyakit yang dibawa nyamuk sebagai perantaranya. Udah kelihatan dosa besar apa yang telah ditimbulkan kita semua saat ini, dosa yang besar sekali sampai Israfil bekerja keras sedemikian rupa mencabut banyak sekali kehidupan dari tubuh-tubuh duniawi orang-orang di sekeliling kita, dan apa yang gue pikirkan? Ketidak-mengertian akan sebuah hubungan yang dilandasi karena individu yang satu nonsense dan yang lain nothing? Nah, mulai lagi deh gue.

Jadi, betapa beruntungnya gue semalem, lagi suntuk-suntuknya, apalagi gara-gara begok lupa ngucapin met ultah ke kakak (aduh ma’af sayang), eh ada Men In Black sama Mimic di tipi, mowahahaha. Eh eh eh…itu…waaa intronya Mimic gue demen bangeeettt, sejenis deh sama, uhm, The Bone Collector dan Seven, yang bikin sama kah? Stigmata gitu juga ndak sih intro depannya sebelom pelem dimuley? Njier masih inget betapa gue bengong nonton Stigmata. Lupa deh ah gue intronya Stigmata mah, ndak pernah nonton dari intronya, ketinggalan mulu soalnya gue nontonnya di tipi. Huehehehe…hidup genre sci-fi, hidup manusia-manusia non skeptis, hiduplah Indonesia Rayaaa *nyanyi*

Igh, gue tutup juga ni weblog lama-lama. Konsen bikin novel misteri aja kali ya? Tapi masa judulnya “Monas, Kugapai Engkau”? Beuh! Eh tapi horor komedi lucu juga kali ya? Ah masa, ah iya, gengsi dong. Icik icik icik…

*gubrak kelupaan*

PENTING!!!

Aih lupaaa!!! Si Putra sama Blub kan kecelakaan!!! Ya ampun gue mo cerita ke temen-temen pas rapat ke-3 perencanaan gathnas kmaren itu. Ya ampun, paginya kan gue kerja tuh, nah si Putra onlen, trus crita deh kalo Blub sampe dirawat di Baromeus soalnya patah tulang. Putra juga luka-luka sama keseleo ceunah. Gara-garanya pas nganterin Blub pergi kerja, kan lagi ujan, nah ada lubang di jalan, ndak kliatan soalnya ketutupan genangan air, ya udah deh…kejadian, yaiks kok gue bisa lupaaa, geuleuuuhhh pisaaan!!! Doooh be’dosa deh ni gue kalo gini caranya, hikz…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s