MARKESOT

Kangen pengen tau kabar Markesot, adakah pak Emha menulis lagi tentangnya? Sekarang aku ingat mengapa aku begitu menyukai Mangan Ora Mangan Kumpul-nya Umar Kayam, karena ceritanya begitu sehari-hari (ya memang ordinarynya pak Umar sendiri bukan?) dan…mengingatkanku pada Markesot.

Membaca tanpa batas. Susah sekali untuk tidak membanggakan referensi yang kita punya. Aku sendiri masih melakukannya. Bukan pamer, bukan gengsi, hanya luapan kegembiraan ketika aku akhirnya bisa memiliki sebuah buku yang aku inginkan. Aku tidak perlu penilaian orang dari apa yang aku baca, apa yang aku dengar, dan apa yang aku lihat atau tonton. Karena semua itu bisa saja salah dan bertolak belakang dengan sifatku yang sebenarnya, syukur kalau malah tidak membuatku terlihat seperti orang yang memiliki kepribadian ganda. Kadang kanan, kadang kiri, kadang lurus, kadang terputus.

Teringat Markesot, entah kapan dia akan bertutur lagi…

Ketika melihat dengan mata,

usahakan untuk tidak menutup telinga,

dan hatimu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s