GINI LOH GINI LOH

listen: Mono – Disney Town

rapaelh: ini tidak dapat diprediksikan teman

rapaelh: bagaimana kita harus bertindak?

rapaelh: musuh sudah di depan sana

rapaelh: satu kilometer dari tempat kita bersembunyi

rapaelh: kita harus bergegas

Hujan hujan. Perempuan cantik menggandeng anaknya menuju pelataran toko. Kamu mulai panik mencari tempat berteduh juga. Payung dikembangkan. Koran hari ini jadi korban menampung jalannya air menuju kepalamu. Jas hujan melekat lembab pada punggungmu sementara wajahmu terlihat mendingin dengan titik-titik tampias air yang mengguyur.

Sugesti terburu-buru ada dimana-mana. Kendaraan bermotor memacu segenap kuasanya atas jalanan beraspal yang mulai terlihat licin karena air hujan. Sementara aku di dalam memandang iri ingin berlarian di luar sana, ingin berdendang tanpa alas kaki sambil mengayuh sepeda tuaku tanpa melepaskan earphone penuh kata-kata berbahasa Perancis dan suara akordion pada telinga.

Ya, kita harus bergegas. Ini melebur. Ini mengoyak. Ini bukan pesawat. Ini bukan Superman. “INI OVULASI!!!” kata beribu kodok yang pesta sex di sawah menghijau.

Gyaaa!

Serbuan akan datang. Tak terbendung, tak terbendung. Kodok, nyamuk, disentri, cacingan, lumpur di tembok, flu, longsor, apa lagi?

Banyak.

Termasuk binar senangmu pada pelangi.

Dan rentanmu akan kalimat-kalimat penerus tidur.

Kamu jatuh cinta, dan hujan membalasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s