DUH SI ETA TEH KUNAON ETA KUNAON ETA KUNAON

Semalem, The Bone Collector tinggal setengah jam lagi sebelum sukses kutinggal tidur dan si Kurcaci nyala sampe pagi.

Lalu apa yang aku dapat pagi ini? Sudah beberapa kali aku saksikan sendiri. Bukan sulap bukan menhir, makan lalap pake sisir. Sungguh aku benci banget cara dia melihat lelaki itu. Pandangan matanya, dan cara dia tersenyum sambil sedikit apologi manja, memiringkan kepala. Ketika dia menjemput lelaki itu dengan motornya yang juga sangat aku benci. Kok motor? Konyol sekali memang. Habis, pikiran idiotku kadang berpikir kalau salah satu permasalahan timbul juga karena motor (sebagai wakil dari harta gono-gini). Karena itu kadang-kadang aku melarang diriku sendiri untuk berpikir haha.

Dia sudah tahu aku benci perempuan itu.
Padahal dia sudah tahu.

Ingin rasanya berjalan keluar, membawa ember penuh air, dan menyiramkan airnya pada perempuan itu (berikut motor laknatnya). Mungkin sekalian bisa untuk menghilangkan panas pada aspal dan mengurangi debu yang berterbangan.

Tapi seharusnya air itu aku siramkan ke kepalaku sendiri bukan?

Mungkin ini adalah resiko yang harus kudapatkan, kualat nggak nonton The Bone Collector sampe abis (walau udah pernah nonton) tapi ada rasa was-was juga, mungkin memang inilah balasannya orang yang kurang beriman. Satu hal yang udah pasti, mood hari ini (yang tadinya riang gembira) langsung kelelep ke dasar samudra.

Hyah, sobek aja, sobeeekkk!
Hihihi…matamu su.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s