HER OWN TAMA-GO

Image

Tamagotchi Tamatown
(Tamagotchi V.7)

My baby girl will love this 🙂
Her mother will love this too *ngakak patgulipat*.
Kesannya ya, sepanjang jaman banget.

Tapi Nindi itu ya, harus ngarti loncat karet, (pe)tak umpet, batu tujuh, galasin, terus yang ngelempar batu dulu baru kita jingkring di kotak-kotak yang digambar pake batu kapur itu apa namanya ya (tak jingkring?), terus ular naga panjang dan serangkaiannya yang ambil-ambil anak gitu modelnya tarik-tarikkan buntut, kudu ngarti main bekel dari tahap awal sampe akhir (miring polos miring titik sampe yang main ikut miring-miring), congklak <- nah yang ini dari dulu gua sendiri agak ogeb maennya, segala tepok nyamuk (eh ini apa nama aslinya?), dll.

Kalo nggak begitu…gue jamin anak gua nggak akan tau yang namanya ulet keket itu bentuknya kayak apa, dan nggak akan tau ‘legenda’ di balik ‘hal-hal itu’ (kalau nempel di rambut ga bisa lepas, kalo ada petir baru copot, kalo pake payung dalem rumah ntar bocor gentengnya) huahuahauahuhau.

Son, we both maybe own a tama-go, but we are a tamago* itself. Kita anak yang dikeluarkan dari ‘cangkang jamannya’ masing-masing, tapi akar adalah akar, dan akar selalu sejelas telur ayam yang bakal jadi ayam 🙂 dan seharusnya teknologi tidak boleh menghapus hal-hal seperti itu.


*tamago (卵) itu bahasa Jepang untuk ‘telur’ 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s