HUTAN-HUTAN YANG TERPENJARA

Masyarakat adat merawat hutan-hutan itu tidak barusan, itu terjadi sejak puluhan bahkan ratusan tahun lebih. Mereka jaga ekosistem dan keseimbangannya bukan hanya untuk mempertahankan kehidupan dan penghidupan mereka. Yang paling terutama, mereka menghayati betul apa fungsi hutan itu bagi keseluruhan (berarti tidak hanya manusia). Apapun yang tersimpan di bawahnya, di atasnya, di sekelilingnya, melimpah ruah karena memang dirawat betul, dan karena memang HARUS dirawat, dan yang merawat…tidak serakah. Mereka hanya…paham. Yaaa seperti pasangan suami-istrilah, yang katanya romantisme sepanjang hayat, yang katanya saling mengisi, yang katanya saling melengkapi, saling setia dan sayang menyayangi, yang katanya memiliki persamaan dan berjuta perbedaan tapi tetap satu jua, yang katanya hubungan batinnya lalu menjadi satu vertikal-horizontal dalam kontrak sekali seumur hidup selamanya? *eh kok kayak curhat ini

Bagaimana kalau suatu hari tiba-tiba hutan bisa mungut bayaran? Nahloh, repot koen ndes. Tanah kuburanmu bisa lebih mahal loh nanti.

Adalah fungsi dan keberadaan kita awam ini, yang kemudian harus mulai dipertanyakan :V Lha, memang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s